BERITA UNIK Uncategorized

Guru Gendong Bayi Lewat Jalan Lumpur

PINOQQ– Beberapa hari yang lalu, beredar foto viral di media sosial tentang seorang guru yang menggendong anaknya untuk berangkat ke sekolah. Sang guru terpaksa melewati jalan berlumpur untuk menempuh perjalanan ke sekolah tempatnya mengajar. Guru Gendong Bayi Lewat Jalan Lumpur

“ Perjuangan seorang guru di salah satu pelosok Provinsi Aceh untuk memberikan ilmu kepada anak-anak yang semangat mencari ilmu. Semangat ibu guru, semoga jasamu berbuah ibadah yang berguna demi anak-anak yang semangat mencari ilmu demi masa depan,” tulis akun Facebook Atjeh Timeline, dikutip Dream, Sabtu 15 Februari 2020.

Foto-foto yang diunggah ini juga memperlihatkan sang guru yang mengajar sambil menggendong anaknya.

guru ini bernama Husnul Khatimah. Husnul adalah seorang guru di SMP Negeri 4 Pante Bidari, Aceh Timur. Jalan menuju sekolah yang beralamat di Gampong Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, sudah sejak lama susah dilalui.

Kalau hujan, jalan tanah menuju ke sana akan berlumpur. Hanya mobil jenis double cabin yang bisa menembus lumpur tebal tersebut.

“ Guru yang fotonya tayang di Facebook itu bernama Husnul Khatimah. Yang memotret adalah suaminya,” kata Kepala SMPN 4 Pante Bidari, Ishlahudin, kepada Aceh Trend.

Makan Waktu 3 Jam Naik Motor

Islahuddin mengatakan, dari jalan Banda Aceh-Medan, jarak jarak tempuh menuju sekolah sekitar tiga jam bila ditempuh dengan sepeda motor. Lamanya waktu tempuh karena kondisi jalan yang sangat rusak. Motor tidak bisa digeber kencang.

Atas kondisi yang demikian buruk, Islahuddin tidak ingin itu menjadi kendala. Proses belajar mengajar untuk anak negeri tetap harus berjalan normal.

 Guru di Aceh

Untuk mengantisipasi hal tersebut, di sekolah itu sebuah rumah dinas disulap menjadi penginapan. Jika musim hujan, guru-guru yang mendarmabaktikan dirinya di sana, akan menginap di rumah tersebut.

“ Terpaksa rumah dinas itu kami olah menjadi penginapan. Guru laki-laki dan guru perempuan dipisah. Pilihan tersebut untuk mengantisipasi agar proses PBM tetap berlangsung normal. Kasihan anak-anak jika gurunya terlambat datang karena persoalan buruknya jalan menuju ke sekolah,” ujar dia.

Islahuddin menyebutkan, untuk perbaikan jalan, pihak dinas sudah turun meninjau ke lokasi. “ Pelan-pelan ada kemajuan untuk ke pedalaman ini. Pak Bupati (Hasballah Thaib) juga sudah meninjau lokasi ini,” kata Ishaluddin. (mut)

Viral Guru SMA di Bekasi Aniaya 5 Siswa Karena Lupa Pakai Ikat Pinggang

Seorang guru sekolah terlihat melakukan tindakan yang dianggap netizen keterlaluan terhadap siswanya. Aksi tersebut sempat direkam dan diunggah di media sosial. Guru Gendong

Dalam video rekaman tersebut, guru tersebut secara membabi buta memukuli seorang siswa di tengah kerumunan pelajar lainnya.

Kejadian tersebut terjadi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Jawa Barat. Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Ade Saeful Bahri membenarkan peristiwa tersebut.

Oknum guru yang memukuli siswa tersebut merupakan staf Bimbingan Kesiswaan (BK) berinisial HM. Sementara itu, korban yang ada di rekaman merupakan siswa kelas VII IPS 2 berinisial WS.

Ade mengatakan, insiden pemukulan itu terjadi pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 08.00. Saat itu ada sekitar seratus siswa lebih yang terlambat ke sekolah.

Perlakuan Tak Pantas

Para siswa yang terlambat itu kemudian dikumpulkan oleh guru BK dan staf kesiswaan di halaman sekolah.

” Terus ada pemeriksaan kelengkapan atribut, dan ada 5 siswa yang tidak memakai gesper (ikat pinggang). Nah di situ Pak HM marah,” kata Ade, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 13 Februari 2020.

Lima siswa yang tidak menggunakan ikat pinggang yaitu, MEA, PGP, DZ, AYA, dan WS mendapat pukulan dari HM.

” Hari ini kelima siswa itu membuat pernyataan tidak menerima perlakuan Pak Guru HM. Mereka menilai perlakuan Pak HM sangat tidak pantas hanya karena masalah gesper (ikat pinggang),” ujar dia. Guru Gendong

Ribut Sesama Guru

Ade mengatakan, bukan kali pertama HM terlibat kasus di sekolah tersebut. HM, kata Ade, pernah bertengkar dengan sesama guru.

” Pernah bertengkar dengan sesama guru, nonjok pintu, tendang makanan murid waktu di kantin. Kebanyakan guru milih diam karena tidak mau terlibat masalah dengan dia,” kata dia.

Saat ini, lanjut Ade, sanksi yang bisa diambil pihak sekolah hanya sebatas menonaktifkan HM dari tugasnya sebagai pengajar. Di luar daripada itu merupakan kewenangan Pemkot Bekasi.

” Kalau dipecat sebagai ASN kita tidak berwenang, biar Pemkot nanti yang memutuskan,” ucap dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *