ADUQ BANDAR POKER BANDAR66 BANDARQ

Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian.

PINO QQ LOUNGE Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian. Hewan yang tidak mati, Setiap manusia memiliki kekebalan tubuh yang berbeda-beda dengan manusia lain. Demikian pula dengan para hewan. Beberapa memiliki kekebalan fisik yang lebih baik daripada yang lain. Kekuatan fisik ini adalah hasil dari pengembangan kecakapan fisik dan evolusioner.

Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian. Kucing

Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian.

Pada dasarnya kucing adalah hewan arboreal, artinya jika mereka tidak tinggal di rumah atau perkotaan, mereka cenderung hidup di pepohonan. Bahkan, kucing yang tinggal di rumah pun senang melompat dari jendela, balkon, atau atap. Cepat atau lambat, mereka akan jatuh.

Mampu bertahan saat jatuh adalah kemampuan yang penting dimiliki kucing dan hewan lain yang hidup di pohon. Baik kucing yang tinggal di hutan maupun kucing domestik masih memiliki rangkaian adaptasi yang memungkinkan kucing untuk tumbuh dengan baik di pohon, salah satunya selamat saat jatuh dari ketinggian.

Dilansir BBC, kucing memiliki luas permukaan tubuh yang relatif besar sebanding dengan beratnya, sehingga mengurangi efek benturan saat mereka menabrak permukaan yang keras. Kucing juga dapat melebarkan kaki mereka untuk menciptakan semacam efek parasut, yang memperlambat laju penurunan. Juga, saat mendarat, kaki kucing sampai tanah terlebih dahulu, di mana kaki kucing memiliki otot-otot yang bertindak sebagai peredam kejut yang mampu meredam benturan keras.

Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian. Tikus

Secara alami, tikus dapat jatuh dari tempat yang tinggi dan tidak terluka sama sekali. Terkadang, mereka mungkin menderita cedera ringan, tetapi mereka masih dapat hidup. Dijelaskan dalam laman Gigazine, salah satu hal yang memungkinkan tikus selamat saat jatuh dari ketinggian adalah karena ukuran tubuh mereka yang kecil. Makin kecil ukurannya, makin kecil efek gravitasinya.

Selain itu, volume juga memainkan peran besar. Sebuah benda dengan volume yang lebih besar, tetapi massa yang lebih kecil, akan cenderung menahan benturan saat jatuh dari ketinggian.

Hewan yang Tidak Mati saat Jatuh dari Ketinggian. Hamster

Hamster adalah hewan yang lincah, mereka bergerak cepat ke sana ke mari dan sering jatuh dari tempat yang cukup tinggi. Menurut laman Hamster Answers, hamster bisa jatuh dari ketinggian 25 cm tanpa terluka. 

Karena ukuran tubuhnya yang kecil dan kekuatannya yang relatif, hamster dapat bertahan pada kecepatan terminal. Namun, kelangsungan hidup saat terjatuh tergantung pada kondisi hamster, titik tumbukan, dan jenis permukaan. Jatuh dari tempat yang cukup tinggi dapat menyebabkan patah tulang, cedera dalam, atau kelumpuhan.

Laba laba

Bagaimana kondisi laba-laba saat terjatuh dari ketinggian tergantung pada seberapa berbulu laba-laba tersebut. Dilansir Animal Quarters, makin berbulu, makin kecil kemungkinan laba-laba tersebut terluka atau mati karena sebagian besar dampaknya akan diserap oleh bulu.

Juga, bulu pada laba-laba ini memungkinkannya memanfaatkan banyak hambatan di udara. Bahkan, beberapa spesies laba-laba senang dilempar karena mereka dapat dengan cepat memutar jaring saat berada di udara. Jaring ini bertindak seperti balon udara yang memungkinkan laba-laba membawa dirinya ke tempat lain yang lebih aman.

Semut

Dijelaskan dalam laman The Globe and Mail, ada dua faktor yang membuat semut dapat bertahan hidup saat terjatuh dari tempat yang cukup tinggi. Pertama, semut memiliki massa yang sangat kecil sehingga mereka akan jatuh secara perlahan dan tidak mengalami benturan keras saat menabrak permukaan keras.

Kedua, kerangka tubuh semut bersifat layaknya pelindung yang dapat berubah bentuk untuk menyerap dan menghilangkan pukulan. Bahkan, meskipun semut terjatuh dengan cukup keras hingga menyebabkan terbentuknya lubang di kerangka luar, semut tidak mungkin mengeluarkan banyak darah karena darah serangga memiliki karakteristik pembekuan yang sangat baik.

Tupai

Tubuh tupai memiliki fitur istimewa yang memungkinkan mereka untuk jatuh dari ketinggian berapa pun dengan selamat dan hanya mengalami kerusakan minimal, menurut laman Animal World Facts. Misalnya, tubuh tupai yang ringan memungkinkan mereka memiliki gravitasi yang sangat kecil. Tupai juga dapat memanipulasi tubuh mereka untuk membuat semacam pengereman di udara.

Mamalia kecil ini juga dapat memperpanjang kaki mereka, yang meningkatkan total luas permukaan tubuh dan menciptakan semacam efek parasut. Efek parasut ini juga ditingkatkan dengan bulu mereka dan ekor lebat besar yang mereka miliki. Otot-otot di kaki tupai juga bertindak sebagai peredam kejut yang mampu menyerap benturan yang sangat kuat, sama seperti pada kaki kucing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *