Hal-Hal yang Harus Diperhatikan saat Menjalani Diet Karbohidrat
ADUQ BANDARQ BERITA KESEHATAN SAKONG TIPS & TRICK

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan saat Menjalani Diet Karbohidrat

PINOQQ LOUNGE – Hal-Hal yang Harus Diperhatikan saat Menjalani Diet Karbohidrat. Meski mampu membantu menurunkan berat badan, diet karbohidrat tidak bisa di lakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar diet ini dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Coba Diet Ini dalam 7 Hari Berat Turun hingga 8 Kilogram - Health  Liputan6.com

Diet karbohidrat merupakan pola diet yang di lakukan dengan membatasi asupan karbohidrat. Pola diet karbohidrat yang di lakukan dengan benar akan membawa berbagai macam manfaat. Selain membantu menurunkan berat badan, diet karbohidrat juga baik untuk kesehatan karena mampu mengurangi risiko terserang penyakit di abetes tipe 2 dan sindrom metabolik.Hal-Hal yang Harus Diperhatikan saat Menjalani Diet Karbohidrat

Cara Aman Menjalankan Diet Karbohidrat

Untuk memperoleh manfaat diet karbohidrat, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan saat menjalaninya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Memerhatikan asupan karbohidrat yang di konsumsi

Tak hanya sekadar membatasi asupan karbohidrat, Anda juga perlu memperhatikan jenis karbohidrat yang di konsumsi. Karbohidrat kompleks menjadi asupan karbohidrat yang direkomendasikan bagi yang sedang menjalani diet.

Hal ini karena karbohidrat kompleks memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga tak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga dapat membuat kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan vitamin, mineral, dan serat, yang terkandung pada karbohidrat kompleks juga cenderung lebih banyak, di bandingkan karbohidrat sederhana.

Nah, karbohidrat kompleks dapat di temui pada mie shirataki, roti gandum, jagung, kentang, lentil, beras hitam, kacang polong, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran bertepung, seperti ubi dan labu.

Mengonsumsi makanan mengandung protein

Umumnya saat menjalani diet karbohidrat, Anda akan mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti daging, ayam, ikan, keju rendah lemak, tahu, dan telur. Protein juga bisa di peroleh dari sayur hijau, tomat, paprika, brokoli, terong, kacang hijau, dan jamur.

Sementara itu, asupan makanan protein yang mengandung lemak jenuh sebaiknya di hindari.

Memperbanyak makan sayuran

Kesalahan dalam melakukan di et karbohidrat yang kadang di lakukan pelaku diet karbohidrat adalah menghindari konsumsi sayuran. Padahal, konsumsi sayuran direkomendasikan agar asupan serat harian tetap terpenuhi dengan baik. Jika Anda kurang mengonsumsi sayur, buah, dan makanan berserat lainnya, maka risiko munculnya gangguan pencernaan selama menjalani diet akan lebih besar.

Hal yang perlu di ingat saat menjalani diet karbohidrat adalah bukan berhenti mengonsumsi karbohidrat, melainkan membatasi asupan karbohidrat dan kalori harian. Pastikan bahwa asupan kalori yang masuk sama besarnya atau lebih sedikit daripada kalori yang keluar dari tubuh.

Mempertimbangkan Risiko Diet Karbohidrat

Meski membawa manfaat bagi kesehatan, diet karbohidrat juga memiliki risiko, apalagi jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Berikut adalah beberapa risiko diet karbohidrat yang perlu diperhatikan:

1. Kurang nutrisi

Menjalani diet karbohidrat tanpa arahan dari dokter membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami kekurangan nutrisi dan serat. Apalagi jika selama menjalani di et ini, asupan protein hewani dan makanan berlemak yang di konsumsi tidak di kontrol dengan baik.

2. Kolesterol tinggi

Anda yang menjalani pola diet karbohidrat, berisiko untuk menderita kolesterol tinggi. Risiko ini dapat di alami jika saat menjalani di et karbohidrat, Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berprotein dengan kandungan lemak yang tinggi.

Tingkat kolesterol tinggi yang disebabkan pola di et yang salah tidak bisa di sepelekan, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Gangguan ginjal

Jika dalam menjalani diet ini Anda mengonsumsi terlalu banyak protein, risiko untuk mengalami gangguan ginjal dapat meningkat. Apalagi jika sebelumnya Anda sudah memiliki gangguan ginjal.

4. Osteoporosis

Risiko untuk menderita osteoporosis juga mengintai para pelaku diet karbohidrat. Risiko ini dapat meningkat apabila saat menjalani diet ini, Anda terlalu banyak mengonsumsi protein. Hal ini karena kalsium dapat keluar melalui urine jika protein yang Anda konsumsi terlalu banyak.

BACA JUGA :12 Manfaat Daging Kalkun Untuk Kesehatan, Bantu Turunkan Kolesterol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *