perut buncit
BERITA UNIK

Tubuh Kurus tapi Perut Buncit Berbahayakah?

Tubuh Kurus tapi Perut Buncit Berbahayakah?

PinoQQLounge | Orang kurus yang berperut buncit cukup banyak ditemui. Kondisi tersebut ternyata berisiko lebih tinggi untuk masuk rumah sakit akibat gagal jantung dan kematian mendadak. Tubuh Kurus tapi Perut Buncit Berbahayakah?

sebuah penelitian mengungkapkan enam ribu pasien orang kurus meninggal karena gagal jantung di 11 wilayah di Asia. Pasien tersebut didominasi perempuan, penderita diabetes, dan berasal dari negara berpenghasilan rendah.

Sebuah jurnal medis, penulisnya mengatakan untuk mencegah perut buncit. Menyadarkan tentang Indeks Masa Tubuh pada seseorang bisa lewat pendidikan kesehatan dan modifikasi gaya hidup.

Obesitas adalah salah satu faktor risiko gagal jantung, tapi mereka yang memiliki indeks masa tubuh punya hasil lebih baik dan risiko kian kecil. Maka, hal seperti ini dikenal dengan paradoks obesitas.

Namun, tidak banyak diketahui orang-orang di Asia, di mana pasien paradoks obesitas cenderung memiliki tubuh kurus dan memiliki indeks masa tubuh lebih rendah, hingga mencapai 24.5.

Menurut peneliti :

Penenilitan yang dilakukan menbuat suatu hasil, meneliti hubungan antara obesitas dan hasil gagal jantung di Asia. Mereka memeriksa, ada 5964 pasien dengan gagal jantung dan tingkat kematian setahun setelah dideteksi penyakit tersebut.

Ini karena orang kurus memiliki lemak perut atau visceral fat bersifat aktif secara biologis dan menghasilkan senyawa disebut sitokin yang memicu penyakit jantung. Selain itu, lemak perut juga dapat menurunkan kadar HDL yang berpotensi meresistensi insulin. Ini bisa menyebabkan otot tubuh tidak bekerja maksimal, meningkatkan kadar gula darah, dan jadi diabetes. PokerOnline

Maka dari itu, cara untuk membuat perut tetap sehat adalah dengan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Lakukan olahraga seperti sit up atau push up karena dapat mengencangkan otot perut.

Bukan hanya olahraga, gaya hidup dari makanan pun berpengaruh pada perut buncit. Cermati porsi makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Anda juga bisa mengubah jenis konsumsi lemak jenuh jadi lemak tidak jenuh guna mengurangi pembentukan lemak perut.

BACA JUGA : Kisah Persahabatan Manusia Dengan Hewan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *